Training Marketing HandalTraining MotivasiTraining OutboundJual Kayu Khusus FirewalkTraining Entrepreneur
                             

Thursday, February 21, 2013

"Tukang Jahit" Ala Tensia

Pasar dulu kita ciptakan, baru pabrik kita bangun

Pernah sautukali saya diajak seorang peserta"Entrepreneur University ", ke Jakarta. Tujuan, kita ingin melihat bagaimana perusahaan Tensia Manufacturing yang terletak di kawasan Cibubur, Jakarta, dalam menjalankan bisnisnya.

Apa yang saya lihat sungguh di luar dugaan. Bahkan karena yang saya lihat perusahaan yang cukup besar, tapi yang membuat saya kagum adalah kegiatan bisnisnya, yaitu membuatkan produk consumer good atau home care bermacam- macam merek. Perusahaan ini menjalankan bisnisnya dengan membuatkan produk atau barang-barang kebutuhan rumah tangga, seperti: shampoo, pembersih lantai, pembasmi serangga, parfum, sabun mandi, dan lain-lain. Mereknya pun berbagai macam, ada merek import, ada pula lokal, yang iklannya sering kita jumpai di media massa.

Saya jadi tahu, ternyata perusahaan, ini bekerja ini seperti layaknya "tukang jahit". Dimana perusahaan lain bisa meminta Tensia untuk membuatkan produk yang mereka inginkan. Ini memberi keuntungan, bahwa apabila kita ingin memasarkan suatu produk tertentu, kita tidak mesti harus membuat sendiri, tapi dapat memesan melalui perusahaan semacam Tensia tersebut. Hanya saja, kita tidak semudah itu pesan padanya. Tentu saja, itu karena ada persyaratannya, yaitu antara lain: tidak boleh memalsu produk orang lain, dan ada batas minimal order. Menurut saya, kita sebagai seorang entrepreneur sebetulnya bias membuka bisnis dengan cara "menjahitkan" seperti ala Tensia ini. Asal saja kita punya ide bisnis, saya kira ide bisnis apapun,. Perusahaan tersebut memang hanya membuatkan produk yang kita pesan, dan tidak ikut memasarkan, supaya netral. Karena bisa saja dia membuat produk yang sama, tetapi merek berbeda, sehingga persaingan itu terjadi di pasar. Kalau kita tidak punya gudang pun, perusahaan itu bisa menyiapkan gudangnya. Sedangkan distribusinya, dia bias juga mencarikannya.

Saya pikir mereka cukup kreatif, Tensia menciptakan peluang bisnis yang kita garap. Artinya, tanpa kita punya pabrik sendiri, kita bisa pesan, seperti yang kita inginkan. Hanya saja, kita memang harus berani memasarkannya. - Setelah pasar berkembang, kita bisa buat sendiri. Sebab, tanpa punya pasar, tentu apapun jenis produk yang kita "jahitkan" , kalau tidak laku, kita akan rugi.

Pendeknya, pasar dulu yang kita ciptakan, setelah pasar berkembang baru, pabrik kita bangun. Dengan demikian, kita bisa saja memulai , usaha sekalipun tak punya pabrik. Ide bisnislah yang menjadi sangat penting untuk kita miliki. Artinya, begitu ide bisnis muncul, kita"menjahitkan" pada pihak lain. Dan setelah itu kita pasarkan. Anda berani mencoba?





---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kami Siap Melayani Anda sebagai Inhouse Training Provider
Hubungi kami BF Institute – Your Success Solution
Inhouse and Public Training Division
(+62)  85640262068
kami siap proposal, eproposal ataupun presentasi
———————————————————————————————————————

Kunjungi Blog Kami