Training Marketing HandalTraining MotivasiTraining OutboundJual Kayu Khusus FirewalkTraining Entrepreneur
                             

Thursday, February 21, 2013

No Tipping, No Bakpia

Bisnis kita akan lebih baik, kalau kita mau menaruh kepentingan konsumen di tempat pertama dan menaruh kepentingan kita di tempat kedua

SOAL tipping akan memberikan tips di hotel tentu bukan hal baru lagi. Telah membudaya. Apalagi, bila kita sebagai tamu hotel. pasti akan tahu dan harus tahu bahwa memberi tips itu wajib. Kalau tidak, maka bell boy yang semula ramah mengantar kita membawakan barang ke kamar hotel, akan tetap berdiri di pintu kamar. Apalagi, kalau bukan menunggu tips kita. Setelah tips diberikan, dia baru pergi.
Barangkali, ketika saya menginap saya membawakan Bakpia, juga ditolakhalus. "Maaf pak, kami tidak dapat menerima apapun dan tamu," ujar mereka. Manajemen hohel ini rupanya melarang tamunya memberikan tips dalam bentuk apapun. Hal bisa semakin membuat saya merasa enjoy bila menginap disana. Namun saya rasa sikap itu perlu juga untuk citra positif perusahaan. Hanya masalahnya, kalau kondisi itu tidak dipertahankan justru merupakan bumerang. Sebab, belum tentu semua tamu menanggapi positif secara cepat dan tepat akan masalah ini.

Saya melihat, tampaknya manajemen Hotel mengacu juga pada salah satu jurus seperti yang ada dalam buku Siasat Bisnis Rupert Murcdoch. Dalam buku ini disebabkan, bahwa selama kita berhati lunak, maka kita akan tetap menempati peringkat ke dua. Lunak hati akan menuntun sebuah perusahaan pada kesengsaraan. Maka tak mengherankan, Hotel itu mengatur karyawannya dengan sikap tegas dan disiplin. Tidak ada konsep tengah baginya. Pilihannya hanya sedikit. Kinerja karyawan mau bagus atau dipecat!

Saya sempat menereungkan observasi ini. Tibalah pada hipotesa saya yang mungkin dapat diakui akan diterima semua pihak, bahwa salah satu kunci sukses meraup banyak tamu adalah karena kejeliannya menaruh kepentingan tamu di tempat pertama dan menaruh kepentingan manajemen Hotel sendiri di tempat kedua. Artinya, tidak akan termotivasi menginap di sana kalau kepentingannya diposisikan di tempat kedua.

Sehingga tak mengherankan, semua energi karyawan Hotel dipusatkan pada kepentingan tamu. Mereka lebih megutamakan pelayanan tamu, sehingga tamu merasa seperti tinggal di rumah sendiri. Mereka yakin hal ini akan membuat citra harum bagi hotel berbintang dua tersebut.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Kami Siap Melayani Anda sebagai Inhouse Training Provider
Hubungi kami BF Institute – Your Success Solution
Inhouse and Public Training Division
(+62)  85640262068
kami siap proposal, eproposal ataupun presentasi
———————————————————————————————————————

Kunjungi Blog Kami